“Scripta manent verba Volant” ; Apa yang tertulis akan abadi , apa yang diucapkan akan tertiup oleh angin.

Menulis bukanlah hal yang mudah. Menulis yang dimaksud disini adalah, melahirkan tulisan yang mengandung banyak pesan yang mampu penulis itu paparkan didalamnya. Semakin berbobot pesan yang terkandung, maka tulisan itu sendiri akan sulit untuk diciptakan. Namun, apabila pesan itu berhasil tersampaikan, abadi-lah pesan di dalam tulisan itu.

Pesan dari sebuah kehidupan sangatlah berharga bagi saya. Sayang apabila tidak membuatnya menjadi abadi. Pesan yang ingin saya sampaikan adalah tentang sebuah cerita. Dimana, mungkin banyak orang yang sudah menciptakannya, namun melupakannya begitu saja. Saya tidak tahu apakah saya akan melupakannya seperti kebanyakan orang atau tidak. Karena menurut saya, ini adalah cerita yang sangat ‘menarik’ dan sangat cocok untuk dijadikan pesan yang musti dipaparkan dalam tulisan ini. Semoga.

Baca lebih lanjut

Iklan

“Think before you talk. Think twice before you tweet. Be wise.”

Twitter,

Yep Twitter. Twitter merupakan situs mikroblogging yang didirikan pada tahun 2006 di Amerika. Dari namanya aja udah dapat diulaskan. MIKRO-BLOGGING. Mikro yaitu sesuatu dalam cakupan kecil. Sedangkan Blogging, ya ini yang sekarang saya lagi lakukan. Biasanya, kalo kita buka blog, kita nulis yang ada dipikiran kita. Tapi gak cuma 140 kata. Kalo twitter, kita nulis apa yang ada di pikiran kita, tapi hanya bisa sampai 140 kata maksimal. Itu yang dinamain MIKROBLOGGING.

“Teknik menyerang yang paling baik ada bertahan”

Pernah nonton film Kuro Obi (Black Belt) ? 

Film itu menceritakan tentang seorang guru Karate yang yang memiliki sekolah Karate dan mempunyai 3 orang murid. Si guru, selalu mengajarkan cara memukul yang benar, kuda kuda yang benar, menendang yang benar, dan menangkis yang benar. Tapi uniknya, si Guru tidak pernah membolehkan ketiga muridnya menggunakan kekuatannya untuk menyerang pada saat bertanding. Sampai pada akhirnya, si Guru-pun meninggal tanpa sempat memberi sabuk hitam nya untuk diwariskan kepada salah satu murid terbaiknya. Guru itu hanya menunjuk salah satu muridnya, untuk memberikan sabuk hitam itu kepada salah satu dari 2 murid yang lainnya untuk melanjutkan sekolah karete miliknya. Menariknya, sifat dari 2 murid itu berbeda dan berlawanan. Setelah gurunya meninggal, murid pertama menggunakan ajaran gurunya untuk selalu menyerang dalam bertanding. Sedangkan murid ke 2 tidak pernah menyerang dalam segala bentuk pertandingan. Sampai akhir pada endingnya, kedua murid itu bertarung, dimana mereka sepakat bahwa yang menang akan mewariskan sabuk itu. Pada awalnya, murid ke 2 masih bertahan dan hanya menangkis saja. Sampai hampir babak belur, murid itu pun menyerang! Akhirnya, kedua murid itu saling melawan satu sama yang lain. Walaupun mereka sudah kelelahan, mereka bangun lagi untuk bertarung. Jatuh lagi, dan bangkit lagi hingga tiada akhirnya. Tidak ada menang ataupun yang kalah apalagi yang menang. Sampai mereka berdua benar benar kelelahan, mereka hanya terbaring dan mengingat apa yang dikatakan guru mereka dulu “Apabila kedua belah kubu saling menyerang, pertarungan takan pernah usai” ( yang intinya itu )

So, guys. Baca lebih lanjut